LDII Mimika Dorong Perempuan Siap Hadapi Transisi Menopause
Timika (4/10). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Poltekkes Jayapura menggelar seminar bertema Harmony for Happy & Healthy Aging dan pemeriksaan kesehatan gratis, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Miftahul Huda, Kabupaten Mimika, tersebut membahas fakta dan mitos pada fase transisi menopause. Seminar itu menghadirkan Dosen Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi D.III Keperawatan Mimika, Ns. Lenny Nurhandayani.
Ia menjelaskan, salah satu anggapan yang kerap dipercaya masyarakat adalah transisi menopause sepenuhnya dipengaruhi faktor genetik. Menurutnya, faktor genetik memang memiliki pengaruh, tetapi bukan menjadi satu-satunya faktor yang menentukan. “Faktor genetik memang mempengaruhi namun hanya 30%, lebih dari itu adalah faktor gaya hidup atau pola hidup,” ungkapnya.
Ia mengatakan, terdapat sejumlah gejala yang kerap muncul selama masa transisi menopause. Karena itu, penerapan pola hidup sehat menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi fase tersebut. “Gejalanya biasanya sering sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, cemas, dan sering lupa. Bagaimana untuk memperbaikinya, yaitu dengan memperbaiki pola hidupnya,” ujarnya.
Menurutnya, pengaturan pola hidup yang sehat dapat membantu perempuan lebih siap menghadapi masa menopause. Ia menekankan pentingnya memperhatikan pola makan, aktivitas, serta pola pikir positif. “Dalam menjalani masa transisi menopause wanita harus memperhatikan pola makan, pola aktivitas dan pola pikir yang positif,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika La Ode Muh. Norris Ashara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya LDII memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan perempuan dan keluarga.
Menurutnya, kesehatan perempuan tidak hanya menjadi perhatian individu, tetapi juga berkaitan dengan kondisi keluarga secara keseluruhan. Karena itu, keluarga perlu memberikan dukungan ketika seorang perempuan memasuki fase transisi menopause.“Menopause merupakan bagian dari perjalanan kehidupan seorang perempuan. Yang penting adalah bagaimana fase tersebut dipahami dengan informasi yang benar, bukan berdasarkan mitos atau informasi yang belum jelas,” ungkapnya.
Ia berharap seminar tersebut dapat memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diharapkan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika menghadapi persoalan kesehatan.“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, siap, dan bahagia. Dukungan keluarga juga sangat penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya LDII dalam mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, bertambahnya usia perlu diikuti dengan perhatian terhadap kesehatan, agar seseorang tetap dapat beraktivitas, beribadah, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Salah satu peserta, Ismi Masruroh, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti edukasi mengenai fakta dan mitos masa transisi menopause. Ia mengaku baru mengetahui, perempuan yang masih mengalami masa transisi masih memiliki kemungkinan untuk hamil.
“Saya sangat senang hari ini, mendapat ilmu banyak. Saya baru tahu, ketika memasuki transisi menopause ternyata itu masih bisa hamil. Saya kira jika haidnya sudah tidak lancar, sudah tidak bisa hamil ternyata masih bisa karena sel telurnya masih aktif. Itu yang mengejutkan saya,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Jijim Yuana, mengapresiasi seminar dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar DPD LDII Mimika. Ia mengajak peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.“Untuk materi hari ini banyak sekali yang perlu disikapi terutama mengatur pola makan, pola pikir, pola tidur, dan pola aktivitas. Hal itu juga menjadi pembelajaran bagi generasi muda agar ketika ada di fase itu, mereka sudah siap,” ungkapnya.
Selain seminar, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, serta penimbangan berat badan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran peserta terhadap kondisi kesehatan dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
(editor, Muslimin)

